HADIRMU
SEBAGAI PENGGANTI DIRINYA
Pagi
itu gerimis menemani kesendirian kuu dii sudut kamar. Entah sejak kapan aku
mengurung diri dii kamar kuu semenjak kejadian itu. Kejadian yang membuat kamar
kuu penuh dengan air mata. Dan entah berapa kali juga Mama mengetuk pintu kamar
kuu agar aku mau keluar. “Shar . . . Sharen . . .” lamunan kuu terbuyar
mendengar Mama memanggil nama kuu lagi. “ Buka pintunya donk sayang. Mau sampai
kapan kamu seperti ini terus ??? jangan buat Mama sedih sayang”, ucap Mama
sambil terus mengetuk pintu kamar kuu.
“Sharen…” senyum kecil dari sudut bibir kuu tunjukkan pada Mama saat
pintu kamar kuu buka. “ Sharen baik – baik ajjah Ma. Sharen cuma ingin sendiri
dulu”, ucap kuu. “Mama tau, tapi mau sampai kapan kamu mengurung diri dii kamar
terus seperti ini ?? udah hampir dua minggu kamu seperti ini. Kamu gag masuk
kuliah,, gag mau jumpa dengan teman – teman kamu. Kepergian Delon mungkin itu yang terbaik
sayang. Allah telah merencanakan sesuatu yang jjauh lebih baik lagi ‘tuk kamu
atas kepergiannya. Mama yakin itu sayang”. Air mata kuu kini mengalir lagi
mendengar ucapan Mama. “Tapi kenapa harus Delon, Ma ?? kenapa ??? kenapa aku
harus kehilangan orang yang sangat aku sayangi”, ucap kuu dengan air mata yang
terus membasahi pipi kuu. “Mama yakin,, Allah pasti akan memberikan kamu
seseorang yang baik juga sebagai pengganti Delon sayang”, kata Mama sambil
memeluk tubuh kuu.
Hari pun berganti seiring berjalannya waktu. Kini aku
mulai terbiasa menjalani hari – hari kuu sendiri dii sini tanpa Delon, tunangan
kuu. yang telah pergi meninggalkan kuu ‘tuk selamanya. Tapi kenangan yang tlah
kami lalui bersama masiih tersimpan dan tertinggal dii sini. Dii lubuk hati kuu
yang paling dalam. Tapi dii sudut kamar ini aku terus melihat sosok bayangnya.
Tapi aku sadar Delon telah pergi, pergi meninggalkan kuu. Dan aku sadar Allah
pasti merencanakan sesuatu dii balik semuaa ini. Aku meanatap diri kuu sendiri
dari bayangan cermin dii hadapan kuu. Aku teringat kata – kata Delon yang
terakhir kalinya. “ Bie.. aku sayang kamu. Aku ingin kamu tetap melanjutkan
hidup kamu walau tanpa aku dii samping kamu. Aku akan selalu ada dii hati kamu
Bie.. aku sayang kamu”. Aku menangis
kembali mengingat kata – kata terakhir Delon ‘tuk kuu. Dan sekarang aku ingin
melanjutkan hidup kuu. Aku gag ingin mengecewakan Delon walau pun kini Delon
telah pergi. Aku mulai merias diri dii depan cermin hias kamar kuu.
“Pagi
Ma, Pa”, sapa kuu pada Mama dan Papa dii meja makan sambil melihatkan senyum
termaniis kuu pada ke dua orang tua kuu. “Pagi juga sayang. Gitu donk anak Papa gag boleh terus cengeng
dan ngurung diri dii kamar terus”, kata Papa. “ Betul kata Papa,, anak Mama dan
Papa kan bukan perempuan yang lemah”,
sambung Mama. “ Iya Ma.. Sharen sadar klo Sharen gag boleh terus terpuruk”,
sambil sarapan roti kesukaan kuu. Handphone kuu berdering dengan lagu tercipta
untukku dari Ungu, band favorit kuu. Aku
melihat panggilan dari siapa yang ada dii layar handphone kuu ternyata sahabatt
kuu,, Listya. Listya sahabatt ku sejak kami sama – sama duduk dii bangku
sekolah dasar. Hingga masa kuliah pun kami tetap bersama. Listya sahabat
terbaiik kuu. Karna Dy selalu ada dii saat aku butuh teman ‘tuk berbagi.
“Hallo…”,
jawab kuu. “Udah siap Shar ?? aku udah otw ke rumah kamu ne. udah mau nyampe”,
jawab Listya dii seberang telfon. “iyah, aku udah siap. Ma.. Pa.. aku pergi yah
Listya udah otw kesini. Bye….” Aku mencium dan menyalam Mama dan Papa. “Hai… lets go to campus”, kata kuu pada
Listya. “aku seneng bias liat senyum kamu lagi pagi ini Shar..” kata Listya
pada kuu sambil Listya menstater mobilnya.. Aku membalass senyum sahabatt kuu. Mobil
pun melaju dengan cepat hingga kami tiba dii kampus. Aku melihat setiap sudut
dan ruangan yang ada dii kampus. Tak ada yang berubah, semua masiih sama
seperti yang dulu dari tempat parkir, halaman kampus, kantin, perpustakaan.
Semuaa temapat itu masiih sama saat aku melaluinya bersama Delon. “hay . . .”
lamunan kuu terbuyar saat sahabat kuu Riko mengejutkan kuu dari belakang.
“apaan sih Ko !! buat kaget ajjah”, ucap kuu sambil menyiku pelan perut Riko.”awwww
atit Shar…. Apa kabar kamu ?? are you oke ??” aku meunjukkan senyum kecil pada
Riko. Dy sahabat dekat Delon dan kekeasiih sahabat kuu Listya. “I am oke” aku
kembali senyum pada Riko.
“Shar
ntarr malem kamu ikut kita ajjah yah”,ucap Riko. “Mau kemana emang”, ucap kuu
sambil memakan snak chitato yang ada dii tangan kuu.”yah kta hangout. Karin
ngadain party di rumahnya. Lagian gag bosen apa kamu udah hampir sebulan kamu
mengururng diri dii kamar. Pokoknya kamu harus ikut. Gag boleh nolak. Iyakan
sayang”, kata Riko ssambil memeluk kekasihnya. “hhmmm gimana yah.. tapi aku…”
aku pura – pura menolak ajakan Riko dan
Listya.” Iya deh iya.. aku ikut”, ucap kuu pada kedua sahabat kuu. “oke ntar
malem kita jemput jam 7 yah. Pokonya kita nyampe dii rumah kamu,, kamu harus
udah siap” aku hanya menganggukkan kepala kuu saja sambil menikmati chitato
rasa sapi panggang kesukaan kuu. Karna merasa dii acuhkan Listya mengambil
chitato yang ada diin tangan kuu. “apan sih Lis….” Kata kuu sambil mengambil
lagi chitato dari tangan Listya.”Jawab donk !!”iyaa iyaaa aku ikutt”, ucap kuu
sambil terus memakan chitato.
Handphone
kuu berbunyi dengan lagu india kesukaan kuu.aku melihat pesan itu dari Listya
dan langsung membuka sms itu. Aku sama
Riko udah mau nyampe ne. kamu cepat siap – siap yah” Itu pesan singkat yang
dii kirim Listya. Aku kemudian mengambil tas dan bercermin lagi dii depan
cermin hias kamar kuu.“Ma, Pa Sharen mau pergi yah bareng Listya dan Riko”,
ucap kuu pada Mama dan Papa yang sedang asyik melihat acara dii televisi.” Mau
kemana Shar ??” ke pesta ulang tahun temen kampus Ma”, jawab kuu pada Mama.
Tinnnn tiinnnn…. Terdengar suara klakson mobil dari halaman depan rumah. “itu
mungkin Listya sama Riko, Ma. Yah udah aku pergi yah Ma, Pa”, ucap kuu sambil
mencium Mama dan Papa. “ iyah, pulangnya jangan larut malem yah Shar “ kata
Mama pada kuu.
“hay…”
“udah
siap ?? aku mengangggukkan kepala. Mobil pun melaju dengan kencang hingga
sampai dengan cepat dii halaman rumah Karin. Udah banyak teman – teman kampus
yang hadir dii rumah Karin. “ Hay.. happy birthday yah”, ucap kuu pada Karin
sambil cepika cepiki. “Makasiih yah Shar.. aku kira kamu gag akan datang”. Aku
hanya tersenyum pada Karin dan memberikan bingkisan untuk hadiah ulang
tahunnya. “oke have fun ajjah yah.. silahkan menikmati hidangan yang ada”, ucap
Karin pada kami bertiga. Kami pun
berkumpul dengan teman – teman yang lain. Sambil menikmati hidangan yang telah
dii sediakan Karin. Karena suasana terlalu berisik dan ramai, aku berjalan
sendiri menuju halaman belakang rumah Karin. Karna aku perhatikan dii halaman
belakang sepi dan tidak terlalu ramai. Aku duduk sendiri dii bawah ayunan Karin
sambil memegang air minum yang kuu bawa dari dalam. “ hay.. “ lamunan kuu
terbuyar saat aku melihat seorang cowok
yang bertubuh tinggi dan keren mengejutkan kuu dan berdiri dii samping kuu. “
kok sendirian disini ?? dii dalem kan
seru, ramai”. Ucap cowok yang tak ku tau siapa namanya itu. Aku hanya tersenyum
kecil padanya. “aku kurang suka dengan suasana yang ramai dan berisik. Lebih
enak dii sini, bisa lihat bulan dan bintang”, jawab kuu. “Aku Ryan, kamu ??”
sambil mengulurkan tangannya. Aku melihat Ryan sambil tersenyum dan menyambut
tangannya. “Sharena” jawab kuu singkat. “Nama yang indah,, seindah orangnya”
puji Ryan. Aku hanya tersenyum membalas kalimatnya. “Aku sepupu Karin. Kamu
teman kuliahnya yah ??”, tanya Ryan. Aku hanya menganggukkan kepala menjawab
ucapan Ryan.
“Ya
ampun Shar… aku cari dari tadi juga, ternyata
dii sini.” Kata Listya saat menhampiri kuu. “Ehh,, siapa tuh ??” Bisik Listya
pelan dii telinga kuu. “hhmmm Ryan kenalin,, ini Listya sahabat aku. Listya dan
Ryan saling berkenalan dan berjabat tangan.”oh yah,, acaranya udah mau mulai.
Masuk yuk”, ucap Listya. Aku mengangguk
dan berjalan masuk ke rumah Karin, begitu juga dengan Ryan yang berjalan mengikuti kami dari belakang. Acara
pesta ulang tahun Karin selesai dan aku dii antar pulang oleh Listya dan Riko.
Aku
tiba dii kampus hari ini lebiih cepat dan dii antar Papa. Karna ingin mencari
buku dii perpustakaan kampus untuk mengerjakan tugas. Hampir setengah jam aku
muter – muter ruang perpustakaan tapi gag juga menemukan buku yang kuu cari. “
Sharen” sapa cowok yang ada dii hadapan kuu tapi berbataskan rak buku
perpustakaan. Ternyata Ryan, cowok yang berkenalan dengan kuu dii pesta ulang
tahun Karin.” Ehh,, hay Ryan”, jawab kuu. “lagi cari buku apa ??, Tanya Ryan.”
Hahh,, ini lagi mau cari buku tuk tugas
kuliah. Ini ne bukunya. Huufffff akhirnya nemu jjuga. Udah hampir setengah jam
aku muter – muter. Ehh kamu dii sini ngapain ??”
“aku,
mulai hari ini kuliah dii sini”, jawab Ryan.
“Owh…”
kata Sharen sambil menganggukkan kepalanya.
“Ryan,,
klo gitu aku duluan yah. Mau cepat ngerjakan tugas ini. Bye…” kata kuu sambil
melangkah dan meninggalkan Ryan pergi. Jam kuliah selesai Sharena dan Listya
berjalan menuju kantin kampus. Dii tengah perjalanan menuju kantin, mereka
bertemu dengan Karin dan Ryan. “hay, mau kemana “, sapa Karin. “ ke kantin Rin,
ikut ?? yukkk !!” ajak Listya. Karin mengangguk dan berjalan mengikuti Sharena
dan Listya begitu juga dengan Ryan. Listya mengambil handphonenya dan menelfon
Riko. “ sayang, aku ke kantin sama Sharena. Kamu nyusul yah”. Hanya itu kalimat
yang dii ucapkan Listya pada kekasihnya dan langsung mematikan telfonnya.
“Owh..
jadi Ryan ini sepupu kamu Rin “, ucap Riko.
“iyah
Ko, sepupu aku. Nyokapnya sama bokap aku kakak adek”. Ryan hanya tersenyum dan
berkenalan dengan Riko.
Kami
pun jadi sering hangout bersama Ryan. Di
tambah lagi karna Ryan cowok yang ramah dan cepat menyambung dengan kami. Sejak
perkenalan malam itu aku juga semakin dekat dengan Ryan. Aku merasa nyaman berada dii samping Ryan. Ryan
juga sering main ke rumah . Mama dan Papa juga senang dengan Ryan. Ryan pandai
mengambil hati Mama dan Papa. Dan yang paling menyentuh hati kuu dan membuat
aku senang kenal dengan Ryan, Dy mengingatkan kuu dengan sosok Delon, kekasih
kuu yang telah pergi meninggalkan kuu. Ryan sangat mirip dengan Delon.
Wajahnya, sifatnya yang suka membantu setiap orang yang dii sekitarnya dan itu
membuat aku merasa Ryan adalah Delon yang lahir kembali untuk menemani hari –
hari kuu. Air mata kuu mengalir lagi saat aku kembali mengingat Delon. Tapi aku
juga senang karna ada Ryan yang hadir dalam hidup kuu sebagai pengganti Delon.
Aku ingin engkau selalu… Hadir dan
temani aku…
Di setiap langkah yang meyakini
kuu…
Kau tercipta untuk kuu.. dii
sepanjang hidup kuu..
Lamunan
kuu terbuyar saat handphone kuu berdering dengan lagu Ungu . aku melihat
panggilan dari siapa yang ada dii layar
handphone kuu.
“Hallo…”
langsung terdengar suara dari seberang telfon.
“Hai
Shar.. lagi apa ?? sibuk gag”, Tanya Ryan dari seberang telfon. “ Lagi baca – baca novel ajjah ne. kamu ?? gag
sibuk kok”, jawab kuu. “hhmmm ada yang mau aku omongin ke kamu Shar.. besok
malem kamu ada acara gag ??” ngomong apa ?? gag ada acara sih”, jawab kuu pada
Ryan.
“Hhmmm
aku mau ajak kamu besok makan malam, kamu mau ??”Tanya Ryan. Sharena tertawa
saat mendengar Ryan berbicara tapi terbata – bata. Hhahha.. hhahaha “kamu lucu
dech Yan.. ngomong sama aku kayak ngomong sama orang yang baru kenal ajjah..”,
jawab Sharena sambil terus tertawa. “ Haahh soalnya aku takut kamu gag mau
Shar..”.
“iyah
aku mau kok”,
“Serius
Shar . . .”, tanya Ryan kurang yakin.“Iyah, serius.”
“yesss….
besok malem aku jemput kamu jam 7 yah. Oke !!”
“Oke”,
jawab Sharena singkat.
Tuutttt
tuutttt tuutttt telfon pun telah terputus. Ryan sangat senang dan melompat –
lompat di tempat tidurnya. Sepanjang malam Ryan tidak tertidur menanti hari
esok. Dy tidak sabar ingin cepat – cepat bertemu dengan Sharena dan mengatakan
semuaa isi hatinya pada Sharena.
Sang
fajar terbit dengan sangat cerah hari ini. Tidak ada gerimis dan langit yang
mendung. Hanya ada setetes embun yang menyejukkan hati Sharena membuka jendela
kamar dan menghirup segarnya udara pagi yang masuk dari jendela kamarnya.
senyum yang merekah mengawali hari indah Sharena pagi ini.
“Pagi
Ma,, Pa”,“Pagi sayang”, jawab Mama.
“kelihatannya
anak Papa lagi bahagia ne” aku hanya tersenyum mendengar kata – kata Papa. “
Papa bisa ajjah iikkhhhh” jawab kuu. “ oh yah ntar malem aku mau jalan bareng
Ryan Ma, Pa”.
“Mau
kemana”, Tanya Mama. “ Cuma makan malam dii luar ajjah Ma”, jawab kuu. “Mama
senang kamu bisa dekat dengan Ryan dan melupakan masa lalu kamu sayang. Mama
lihat, Ryan anak yang sangat baik. Dan Mama juga sangat senang kalau kamu bisa
jadian dengan Ryan”, ucap Mama pada kuu.
Tak
terasa hari ini rasanya cepat berlalu. Sharena terbangun dari tidur dan melihat
jam weker yang ada dii samping tempat tidurnya. Arah jarum jam menunjukkan
pukul 17.30 wib. Sharena langsung bergegas mandi dan siap – siap karena Dy akan
pergi dengan Ryan. Sharena bingung ingin memakai dress apa yang akan ia pakai.
Telah berbagai dress yang Sharena coba. Tak satu pun ada yang cantik menurut
Sharena. Sharena melirik lemari yang dii sebelahnya yang dari tadi belom
Sharena buka. Saat dii buka Sharena melihat dress berwarna mirabella bercorak
putih ada dii dalam lemarinya. Sharena ingat betul itu dress pemberian Delon
untuknya. Dress yang Sharena pakai saat malam pertama mereka jadian. Sharena
mengambil dress itu dan langsung memakainya.
Sharena memakai dress itu untuk makan malam berdua dengan Ryan.
Tok
tok tok tok . . . “Sharen”.
“Iyah
Ma masuk ajjah gag di kunci Ma”. Mama membuka pintu kamar dan langsung masuk ke
kamar Sharena. “ Ryan udah dii depan tuh. Anak Mama udah cantik kok” Sharena
tersenyum.
“
Yah udah aku pergi yah Ma..” mmuaachhh. Sharena mencium pipi Mamanya.
“Hai…”,
sapa Sharena pada Ryan. Ryan bengong seperti tersihir melihat Sharena yang
sangat cantik malam ini dengan dress berwarna Mirabella bercorak putih yang
Sharena pakai.
“Kamu
cantik banget malam ini”, puji Ryan. Sharena hanya membalas dengan senyum
termanisnya. “Berangkat sekarang??”, Tanya Sharena. Ryan hanya mengangguk. “Om,
Tante, saya izin mau ajak Sharena makan malam dii luar” Mama dan Papa Sharena
tersenyum dan mengangguk. “ Hati – hati dii jalan yah Ryan. Pulangnya jangan
terlalu malem.” Pesan Mama Sharena pada Ryan. Ryan dan Sharena pamit pergi dan
menyalam kedua orang tua Sharena.
Mobil
pun melaju dengan kencang hingga Sharena dan Ryan cepat sampai dii tempat
tujuan. Ryan memarkirkan mobilnya dii tempat parkir. “Tunggu dulu Shar..” Ryan
langsung turun dan membukakan pintu untuk Sharena. Sharena tersenyum kecil dii
perlakukan seperi ratu oleh Ryan. “Silahkan..” ucap Ryan pada Sharena sambil
tersenyum.
Saat
berjalan memasuki kafe,, Sharena menggandeng tangan Ryan. Mereka pun masuk ke
dalam kafe bersamaan. Setibanya dii dalam kafe Ryan dan Sharena langsung
memesan makanan dan minuman. Suasana kafe sangat romantis. Ryan dan Sharena
sangat menikmati makan malam pertama mereka berdua.
“Sharen..”
kalimat Ryan terputus saat menyebut nama Sharena. “Ada apa Yan ??”,, Tanya Sharena, heran. “Ada yang mau aku
omongin sama kamu”, jawab Ryan. “Apa ???” Tanya Sharena penasaran.
“Aku
sayang kamu Shar.. aku tau, mungkin menurut kamu ini terlalu cepat. Tapi, sejak
pertama aku kenal kamu dii malam pesta ulang tahun Karin. Aku udah suka sama
kamu Sharen.. aku sayang kamu.” Sharena hanya terdiam mendengar semua ucapan
Ryan.
“Sharena,
apa kamu mau jadi kekasih kuu ??” Sharena terus terdiam sampai beberapa saat
hingga ia menganggukkan kepalanya. “Iyah, aku mau jadi kekasih kamu”. Ryan
sangat senang mendengar jawaban Sharena.
Ryan langsung mencium tangan Sharena.
Ryan dan Sharena melanjutkan makan malam mereka. Setelah selesai makan
malam mereka pun pergi dari kafe dan menuju ke suatu tempat yang indah.
“Indah
yah tempatnya. Dari sini kita bisa lihat bulan dan bintang dengan jelas”, kata
Sharena. “kamu suka ??”, Tanya Rya. Dan Sharena hanya menganggukkan kepalanya.
Sharena dan Ryan menikmati indahnya malam dii bawah sinar bulan dan bintang
yang indah.
“Aku
janji Sharen.. aku akan jaga kamu sampai kapan pun dan akan terus menyayangi
kamu. Juga gag akan pernah pergi ‘tuk meninggalkan kamu”, ucap Ryan mesra.
Sharena meneteskan air mata dan tersenyum indah pada Ryan. Ryan langsung
mengusap air mata dan memeluk tubuh Sharena dengan erat.
T
A M A T
Tidak ada komentar:
Posting Komentar