It's My Story ♥



HADIRMU SEBAGAI PENGGANTI DIRINYA
Pagi itu gerimis menemani kesendirian kuu dii sudut kamar. Entah sejak kapan aku mengurung diri dii kamar kuu semenjak kejadian itu. Kejadian yang membuat kamar kuu penuh dengan air mata. Dan entah berapa kali juga Mama mengetuk pintu kamar kuu agar aku mau keluar. “Shar . . . Sharen . . .” lamunan kuu terbuyar mendengar Mama memanggil nama kuu lagi. “ Buka pintunya donk sayang. Mau sampai kapan kamu seperti ini terus ??? jangan buat Mama sedih sayang”, ucap Mama sambil terus mengetuk pintu kamar kuu.  “Sharen…” senyum kecil dari sudut bibir kuu tunjukkan pada Mama saat pintu kamar kuu buka. “ Sharen baik – baik ajjah Ma. Sharen cuma ingin sendiri dulu”, ucap kuu. “Mama tau, tapi mau sampai kapan kamu mengurung diri dii kamar terus seperti ini ?? udah hampir dua minggu kamu seperti ini. Kamu gag masuk kuliah,, gag mau jumpa dengan teman – teman kamu.  Kepergian Delon mungkin itu yang terbaik sayang. Allah telah merencanakan sesuatu yang jjauh lebih baik lagi ‘tuk kamu atas kepergiannya. Mama yakin itu sayang”. Air mata kuu kini mengalir lagi mendengar ucapan Mama. “Tapi kenapa harus Delon, Ma ?? kenapa ??? kenapa aku harus kehilangan orang yang sangat aku sayangi”, ucap kuu dengan air mata yang terus membasahi pipi kuu. “Mama yakin,, Allah pasti akan memberikan kamu seseorang yang baik juga sebagai pengganti Delon sayang”, kata Mama sambil memeluk tubuh kuu.

            Hari pun berganti seiring berjalannya waktu. Kini aku mulai terbiasa menjalani hari – hari kuu sendiri dii sini tanpa Delon, tunangan kuu. yang telah pergi meninggalkan kuu ‘tuk selamanya. Tapi kenangan yang tlah kami lalui bersama masiih tersimpan dan tertinggal dii sini. Dii lubuk hati kuu yang paling dalam. Tapi dii sudut kamar ini aku terus melihat sosok bayangnya. Tapi aku sadar Delon telah pergi, pergi meninggalkan kuu. Dan aku sadar Allah pasti merencanakan sesuatu dii balik semuaa ini. Aku meanatap diri kuu sendiri dari bayangan cermin dii hadapan kuu. Aku teringat kata – kata Delon yang terakhir kalinya. “ Bie.. aku sayang kamu. Aku ingin kamu tetap melanjutkan hidup kamu walau tanpa aku dii samping kamu. Aku akan selalu ada dii hati kamu Bie.. aku sayang kamu”.  Aku menangis kembali mengingat kata – kata terakhir Delon ‘tuk kuu. Dan sekarang aku ingin melanjutkan hidup kuu. Aku gag ingin mengecewakan Delon walau pun kini Delon telah pergi. Aku mulai merias diri dii depan cermin hias kamar kuu.

“Pagi Ma, Pa”, sapa kuu pada Mama dan Papa dii meja makan sambil melihatkan senyum termaniis kuu pada ke dua orang tua kuu. “Pagi juga sayang.  Gitu donk anak Papa gag boleh terus cengeng dan ngurung diri dii kamar terus”, kata Papa. “ Betul kata Papa,, anak Mama dan Papa  kan bukan perempuan yang lemah”, sambung Mama. “ Iya Ma.. Sharen sadar klo Sharen gag boleh terus terpuruk”, sambil sarapan roti kesukaan kuu. Handphone kuu berdering dengan lagu tercipta untukku dari Ungu, band favorit kuu.  Aku melihat panggilan dari siapa yang ada dii layar handphone kuu ternyata sahabatt kuu,, Listya. Listya sahabatt ku sejak kami sama – sama duduk dii bangku sekolah dasar. Hingga masa kuliah pun kami tetap bersama. Listya sahabat terbaiik kuu. Karna Dy selalu ada dii saat aku butuh teman ‘tuk berbagi.

“Hallo…”, jawab kuu. “Udah siap Shar ?? aku udah otw ke rumah kamu ne. udah mau nyampe”, jawab Listya dii seberang telfon. “iyah, aku udah siap. Ma.. Pa.. aku pergi yah Listya udah otw kesini. Bye….” Aku mencium dan menyalam Mama dan Papa.  “Hai… lets go to campus”, kata kuu pada Listya. “aku seneng bias liat senyum kamu lagi pagi ini Shar..” kata Listya pada kuu sambil Listya menstater mobilnya.. Aku membalass senyum sahabatt kuu. Mobil pun melaju dengan cepat hingga kami tiba dii kampus. Aku melihat setiap sudut dan ruangan yang ada dii kampus. Tak ada yang berubah, semua masiih sama seperti yang dulu dari tempat parkir, halaman kampus, kantin, perpustakaan. Semuaa temapat itu masiih sama saat aku melaluinya bersama Delon. “hay . . .” lamunan kuu terbuyar saat sahabat kuu Riko mengejutkan kuu dari belakang. “apaan sih Ko !! buat kaget ajjah”, ucap kuu sambil menyiku pelan perut Riko.”awwww atit Shar…. Apa kabar kamu ?? are you oke ??” aku meunjukkan senyum kecil pada Riko. Dy sahabat dekat Delon dan kekeasiih sahabat kuu Listya. “I am oke” aku kembali senyum pada Riko.

“Shar ntarr malem kamu ikut kita ajjah yah”,ucap Riko. “Mau kemana emang”, ucap kuu sambil memakan snak chitato yang ada dii tangan kuu.”yah kta hangout. Karin ngadain party di rumahnya. Lagian gag bosen apa kamu udah hampir sebulan kamu mengururng diri dii kamar. Pokoknya kamu harus ikut. Gag boleh nolak. Iyakan sayang”, kata Riko ssambil memeluk kekasihnya. “hhmmm gimana yah.. tapi aku…” aku   pura – pura menolak ajakan Riko dan Listya.” Iya deh iya.. aku ikut”, ucap kuu pada kedua sahabat kuu. “oke ntar malem kita jemput jam 7 yah. Pokonya kita nyampe dii rumah kamu,, kamu harus udah siap” aku hanya menganggukkan kepala kuu saja sambil menikmati chitato rasa sapi panggang kesukaan kuu. Karna merasa dii acuhkan Listya mengambil chitato yang ada diin tangan kuu. “apan sih Lis….” Kata kuu sambil mengambil lagi chitato dari tangan Listya.”Jawab donk !!”iyaa iyaaa aku ikutt”, ucap kuu sambil terus memakan chitato.

Handphone kuu berbunyi dengan lagu india kesukaan kuu.aku melihat pesan itu dari Listya dan langsung membuka sms itu. Aku sama Riko udah mau nyampe ne. kamu cepat siap – siap yah” Itu pesan singkat yang dii kirim Listya. Aku kemudian mengambil tas dan bercermin lagi dii depan cermin hias kamar kuu.“Ma, Pa Sharen mau pergi yah bareng Listya dan Riko”, ucap kuu pada Mama dan Papa yang sedang asyik melihat acara dii televisi.” Mau kemana Shar ??” ke pesta ulang tahun temen kampus Ma”, jawab kuu pada Mama. Tinnnn tiinnnn…. Terdengar suara klakson mobil dari halaman depan rumah. “itu mungkin Listya sama Riko, Ma. Yah udah aku pergi yah Ma, Pa”, ucap kuu sambil mencium Mama dan Papa. “ iyah, pulangnya jangan larut malem yah Shar “ kata Mama pada kuu.

“hay…”
“udah siap ?? aku mengangggukkan kepala. Mobil pun melaju dengan kencang hingga sampai dengan cepat dii halaman rumah Karin. Udah banyak teman – teman kampus yang hadir dii rumah Karin. “ Hay.. happy birthday yah”, ucap kuu pada Karin sambil cepika cepiki. “Makasiih yah Shar.. aku kira kamu gag akan datang”. Aku hanya tersenyum pada Karin dan memberikan bingkisan untuk hadiah ulang tahunnya. “oke have fun ajjah yah.. silahkan menikmati hidangan yang ada”, ucap Karin pada kami bertiga.  Kami pun berkumpul dengan teman – teman yang lain. Sambil menikmati hidangan yang telah dii sediakan Karin. Karena suasana terlalu berisik dan ramai, aku berjalan sendiri menuju halaman belakang rumah Karin. Karna aku perhatikan dii halaman belakang sepi dan tidak terlalu ramai. Aku duduk sendiri dii bawah ayunan Karin sambil memegang air minum yang kuu bawa dari dalam. “ hay.. “ lamunan kuu terbuyar saat aku  melihat seorang cowok yang bertubuh tinggi dan keren mengejutkan kuu dan berdiri dii samping kuu. “ kok  sendirian disini ?? dii dalem kan seru, ramai”. Ucap cowok yang tak ku tau siapa namanya itu. Aku hanya tersenyum kecil padanya. “aku kurang suka dengan suasana yang ramai dan berisik. Lebih enak dii sini, bisa lihat bulan dan bintang”, jawab kuu. “Aku Ryan, kamu ??” sambil mengulurkan tangannya. Aku melihat Ryan sambil tersenyum dan menyambut tangannya. “Sharena” jawab kuu singkat. “Nama yang indah,, seindah orangnya” puji Ryan. Aku hanya tersenyum membalas kalimatnya. “Aku sepupu Karin. Kamu teman kuliahnya yah ??”, tanya Ryan. Aku hanya menganggukkan kepala menjawab ucapan Ryan.

“Ya ampun  Shar… aku cari dari tadi juga, ternyata dii sini.” Kata Listya saat menhampiri kuu. “Ehh,, siapa tuh ??” Bisik Listya pelan dii telinga kuu. “hhmmm Ryan kenalin,, ini Listya sahabat aku. Listya dan Ryan saling berkenalan dan berjabat tangan.”oh yah,, acaranya udah mau mulai. Masuk  yuk”, ucap Listya. Aku mengangguk dan berjalan masuk ke rumah Karin, begitu juga dengan Ryan yang  berjalan mengikuti kami dari belakang. Acara pesta ulang tahun Karin selesai dan aku dii antar pulang oleh Listya dan Riko.

Aku tiba dii kampus hari ini lebiih cepat dan dii antar Papa. Karna ingin mencari buku dii perpustakaan kampus untuk mengerjakan tugas. Hampir setengah jam aku muter – muter ruang perpustakaan tapi gag juga menemukan buku yang kuu cari. “ Sharen” sapa cowok yang ada dii hadapan kuu tapi berbataskan rak buku perpustakaan. Ternyata Ryan, cowok yang berkenalan dengan kuu dii pesta ulang tahun Karin.” Ehh,, hay Ryan”, jawab kuu. “lagi cari buku apa ??, Tanya Ryan.” Hahh,, ini lagi mau cari buku  tuk tugas kuliah. Ini ne bukunya. Huufffff akhirnya nemu jjuga. Udah hampir setengah jam aku muter – muter. Ehh kamu dii sini ngapain ??” 

“aku, mulai hari ini kuliah dii sini”, jawab Ryan.
“Owh…” kata Sharen sambil menganggukkan kepalanya.
“Ryan,, klo gitu aku duluan yah. Mau cepat ngerjakan tugas ini. Bye…” kata kuu sambil melangkah dan meninggalkan Ryan pergi. Jam kuliah selesai Sharena dan Listya berjalan menuju kantin kampus. Dii tengah perjalanan menuju kantin, mereka bertemu dengan Karin dan Ryan. “hay, mau kemana “, sapa Karin. “ ke kantin Rin, ikut ?? yukkk !!” ajak Listya. Karin mengangguk dan berjalan mengikuti Sharena dan Listya begitu juga dengan Ryan. Listya mengambil handphonenya dan menelfon Riko. “ sayang, aku ke kantin sama Sharena. Kamu nyusul yah”. Hanya itu kalimat yang dii ucapkan Listya pada kekasihnya dan langsung mematikan telfonnya.

“Owh.. jadi Ryan ini sepupu kamu Rin “, ucap Riko.
“iyah Ko, sepupu aku. Nyokapnya sama bokap aku kakak adek”. Ryan hanya tersenyum dan berkenalan dengan Riko.
Kami pun jadi sering hangout  bersama Ryan. Di tambah lagi karna Ryan cowok yang ramah dan cepat menyambung dengan kami. Sejak perkenalan malam itu aku juga semakin dekat dengan Ryan.  Aku merasa nyaman berada dii samping Ryan. Ryan juga sering main ke rumah . Mama dan Papa juga senang dengan Ryan. Ryan pandai mengambil hati Mama dan Papa. Dan yang paling menyentuh hati kuu dan membuat aku senang kenal dengan Ryan, Dy mengingatkan kuu dengan sosok Delon, kekasih kuu yang telah pergi meninggalkan kuu. Ryan sangat mirip dengan Delon. Wajahnya, sifatnya yang suka membantu setiap orang yang dii sekitarnya dan itu membuat aku merasa Ryan adalah Delon yang lahir kembali untuk menemani hari – hari kuu. Air mata kuu mengalir lagi saat aku kembali mengingat Delon. Tapi aku juga senang karna ada Ryan yang hadir dalam hidup kuu sebagai pengganti Delon.

Aku ingin engkau selalu… Hadir dan temani aku…
Di setiap langkah yang meyakini kuu…
Kau tercipta untuk kuu.. dii sepanjang hidup kuu..
Lamunan kuu terbuyar saat handphone kuu berdering dengan lagu Ungu . aku melihat panggilan dari siapa yang ada dii  layar handphone kuu.
“Hallo…” langsung terdengar suara dari seberang telfon.
“Hai Shar.. lagi apa ?? sibuk gag”, Tanya Ryan dari seberang telfon. “  Lagi baca – baca novel ajjah ne. kamu ?? gag sibuk kok”, jawab kuu. “hhmmm ada yang mau aku omongin ke kamu Shar.. besok malem kamu ada acara gag ??” ngomong apa ?? gag ada acara sih”, jawab kuu pada Ryan.
“Hhmmm aku mau ajak kamu besok makan malam, kamu mau ??”Tanya Ryan. Sharena tertawa saat mendengar Ryan berbicara tapi terbata – bata. Hhahha.. hhahaha “kamu lucu dech Yan.. ngomong sama aku kayak ngomong sama orang yang baru kenal ajjah..”, jawab Sharena sambil terus tertawa. “ Haahh soalnya aku takut kamu gag mau Shar..”.
“iyah aku mau kok”,
“Serius Shar . . .”, tanya Ryan kurang yakin.“Iyah, serius.”
“yesss…. besok malem aku jemput kamu jam 7 yah. Oke !!”
“Oke”, jawab Sharena singkat.

Tuutttt tuutttt tuutttt telfon pun telah terputus. Ryan sangat senang dan melompat – lompat di tempat tidurnya. Sepanjang malam Ryan tidak tertidur menanti hari esok. Dy tidak sabar ingin cepat – cepat bertemu dengan Sharena dan mengatakan semuaa isi hatinya pada Sharena.
Sang fajar terbit dengan sangat cerah hari ini. Tidak ada gerimis dan langit yang mendung. Hanya ada setetes embun yang menyejukkan hati Sharena membuka jendela kamar dan menghirup segarnya udara pagi yang masuk dari jendela kamarnya. senyum yang merekah mengawali hari indah Sharena pagi ini.

“Pagi Ma,, Pa”,“Pagi sayang”, jawab Mama.
“kelihatannya anak Papa lagi bahagia ne” aku hanya tersenyum mendengar kata – kata Papa. “ Papa bisa ajjah iikkhhhh” jawab kuu. “ oh yah ntar malem aku mau jalan bareng Ryan Ma, Pa”.
“Mau kemana”, Tanya Mama. “ Cuma makan malam dii luar ajjah Ma”, jawab kuu. “Mama senang kamu bisa dekat dengan Ryan dan melupakan masa lalu kamu sayang. Mama lihat, Ryan anak yang sangat baik. Dan Mama juga sangat senang kalau kamu bisa jadian dengan Ryan”, ucap Mama pada kuu.

Tak terasa hari ini rasanya cepat berlalu. Sharena terbangun dari tidur dan melihat jam weker yang ada dii samping tempat tidurnya. Arah jarum jam menunjukkan pukul 17.30 wib. Sharena langsung bergegas mandi dan siap – siap karena Dy akan pergi dengan Ryan. Sharena bingung ingin memakai dress apa yang akan ia pakai. Telah berbagai dress yang Sharena coba. Tak satu pun ada yang cantik menurut Sharena. Sharena melirik lemari yang dii sebelahnya yang dari tadi belom Sharena buka. Saat dii buka Sharena melihat dress berwarna mirabella bercorak putih ada dii dalam lemarinya. Sharena ingat betul itu dress pemberian Delon untuknya. Dress yang Sharena pakai saat malam pertama mereka jadian. Sharena mengambil dress itu dan langsung memakainya.  Sharena memakai dress itu untuk makan malam berdua dengan Ryan.

Tok tok tok tok . . .  “Sharen”.
“Iyah Ma masuk ajjah gag di kunci Ma”. Mama membuka pintu kamar dan langsung masuk ke kamar Sharena. “ Ryan udah dii depan tuh. Anak Mama udah cantik kok” Sharena tersenyum.
“ Yah udah aku pergi yah Ma..” mmuaachhh. Sharena mencium pipi Mamanya.
“Hai…”, sapa Sharena pada Ryan. Ryan bengong seperti tersihir melihat Sharena yang sangat cantik malam ini dengan dress berwarna Mirabella bercorak putih yang Sharena pakai.
“Kamu cantik banget malam ini”, puji Ryan. Sharena hanya membalas dengan senyum termanisnya. “Berangkat sekarang??”, Tanya Sharena. Ryan hanya mengangguk. “Om, Tante, saya izin mau ajak Sharena makan malam dii luar” Mama dan Papa Sharena tersenyum dan mengangguk. “ Hati – hati dii jalan yah Ryan. Pulangnya jangan terlalu malem.” Pesan Mama Sharena pada Ryan. Ryan dan Sharena pamit pergi dan menyalam kedua orang tua Sharena.

Mobil pun melaju dengan kencang hingga Sharena dan Ryan cepat sampai dii tempat tujuan. Ryan memarkirkan mobilnya dii tempat parkir. “Tunggu dulu Shar..” Ryan langsung turun dan membukakan pintu untuk Sharena. Sharena tersenyum kecil dii perlakukan seperi ratu oleh Ryan. “Silahkan..” ucap Ryan pada Sharena sambil tersenyum.

Saat berjalan memasuki kafe,, Sharena menggandeng tangan Ryan. Mereka pun masuk ke dalam kafe bersamaan. Setibanya dii dalam kafe Ryan dan Sharena langsung memesan makanan dan minuman. Suasana kafe sangat romantis. Ryan dan Sharena sangat menikmati makan malam pertama mereka berdua.

“Sharen..” kalimat Ryan terputus saat menyebut nama Sharena. “Ada apa Yan ??”,,  Tanya Sharena, heran. “Ada yang mau aku omongin sama kamu”, jawab Ryan. “Apa ???” Tanya Sharena penasaran.
“Aku sayang kamu Shar.. aku tau, mungkin menurut kamu ini terlalu cepat. Tapi, sejak pertama aku kenal kamu dii malam pesta ulang tahun Karin. Aku udah suka sama kamu Sharen.. aku sayang kamu.” Sharena hanya terdiam mendengar semua ucapan Ryan.
“Sharena, apa kamu mau jadi kekasih kuu ??” Sharena terus terdiam sampai beberapa saat hingga ia menganggukkan kepalanya. “Iyah, aku mau jadi kekasih kamu”. Ryan sangat senang mendengar jawaban  Sharena. Ryan langsung mencium tangan Sharena.  Ryan dan Sharena melanjutkan makan malam mereka. Setelah selesai makan malam mereka pun pergi dari kafe dan menuju ke suatu tempat yang indah.

“Indah yah tempatnya. Dari sini kita bisa lihat bulan dan bintang dengan jelas”, kata Sharena. “kamu suka ??”, Tanya Rya. Dan Sharena hanya menganggukkan kepalanya. Sharena dan Ryan menikmati indahnya malam dii bawah sinar bulan dan bintang yang indah.
“Aku janji Sharen.. aku akan jaga kamu sampai kapan pun dan akan terus menyayangi kamu. Juga gag akan pernah pergi ‘tuk meninggalkan kamu”, ucap Ryan mesra. Sharena meneteskan air mata dan tersenyum indah pada Ryan. Ryan langsung mengusap air mata dan memeluk tubuh Sharena dengan erat.
T A M A T

Tidak ada komentar:

Posting Komentar